Pengecatnya atau Catnya

Pengecatnya atau Catnya

Ketika Nasruddin Hoja menjabat sebagai kadi, seorang jagabaya mencengkiwing dua bocah laki-laki di kerah bajunya untuk membawa mereka masuk ke ruang pengadilan. Kedua bocah ini rupanya habis berkelahi di jalan. Bocah pertama adalah seorang anak muda berkulit hitam berusia 14 tahun yang berasal dari Sudan. Bocah kedua adalah putra keluarga terpandang di Aksehir yang usianya sama dengan si bocah pertama.

Hoja sebagai Kadi menanyakan kepada mereka alasan mereka berdua sampai berkelahi. Bocah dari Aksehir langsung saja berkata:

"Efendi Kadi, temanku ini selalu mengalahkanku dengan cara yang curang setiap kali kali sedang bermain bersama. Kali ini aku memergoki kecurangannya. Berhubung dia tidak mengakui perbuatannya, maka kami jadi berkelahi."

Hoja bertanya kepada si bocah yang berkulit hitam apakah dia memang curang atau tidak. Bocah berkulit hitam itu menjawab:

"Efendi Kadi, temanku ini selalu tidak senang kalau dikalahkan. Dia tidak bisa menerima kekalahan. Teman-temannya yang sudah tahu kebiasaannya, tidak bilang apa-apa, hanya tertawa. Tapi kali ini dia berujar, 'anaknya hitam, bapaknya pun hitam' dengan maksud mengejekku. Itu sebabnya kami berkelahi. Teman-temanku sudah hampir memukulinya juga, tapi aku melerainya."

Nasruddin Hoja berpaling kepada bocah dari Aksehir:

"Segera minta maaf kepada temanmu agar dia bersedia memaafkanmu. Allah, Sang Maha Besar, telah menciptakannya demikian. Mana yang tidak kau sukai, pengecatnya atau catnya? Lekaslah bertobat, atau Allah dan aku akan menghukummu."

Dipost Oleh roemasa

Murid, Pemburu Ilmu dan Hikmah

Post Terkait